KUBET – Ketupat Lebaran Masih Sisa? Ini Resep Olahan Lezat yang Anti Mubazir

Ketupat Lebaran Masih Sisa? Ini Resep Olahan Lezat yang Anti Mubazir

Ketupat Lebaran. Ilustrasi (credit: flickr.com)

Kapanlagi.com – Ketupat Lebaran, makanan ikonik yang selalu hadir di meja saat Idul Fitri, sering kali menyisakan sisa setelah perayaan. Daripada dibiarkan terbuang, kenapa tidak mencoba mengolahnya menjadi hidangan yang lebih menggugah selera?

Dengan sedikit kreativitas, ketupat bisa diubah menjadi berbagai hidangan yang mengejutkan. Tak perlu bingung, karena kami telah merangkum beberapa resep menarik yang bisa Anda coba di rumah.

Berikut adalah beberapa ide olahan sisa ketupat yang pasti akan membuat Anda jatuh cinta kembali dengan makanan ini, dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (3/4/2025).

1. Pempek Ketupat: Cita Rasa Unik dari Ketupat

Pempek biasanya terbuat dari ikan, tapi kali ini kita akan berinovasi dengan ketupat. Caranya cukup sederhana, haluskan ketupat, campurkan dengan tepung sagu, telur, bubuk ebi, dan bumbu-bumbu lainnya. Adonan ini bisa dibentuk sesuai selera, apakah itu kapal selam, adaan, atau lenjer.

Setelah dibentuk, rebus pempek hingga matang dan goreng hingga keemasan. Hasilnya? Cita rasa pempek yang unik dengan sentuhan ketupat yang membuatnya berbeda dari pempek biasa.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Ketupat Bakso: Isian yang Menggugah Selera

Siapa yang tidak suka bakso? Kini, Anda bisa menambahkan potongan ketupat sebagai isian bakso. Ini memberikan tekstur dan rasa yang berbeda pada bakso yang biasa Anda nikmati. Potongan ketupat yang lembut berpadu dengan daging bakso yang kenyal menciptakan kombinasi sempurna.

Selain menambah cita rasa, ketupat juga membuat bakso lebih mengenyangkan. Anda bisa menambahkan kuah kaldu yang kaya rasa untuk melengkapi hidangan ini.

3. Cireng Ketupat: Kenyal dan Beraroma Nasi

Cireng adalah camilan favorit banyak orang. Dengan menambahkan ketupat yang dihaluskan ke dalam adonan cireng, Anda akan mendapatkan tekstur yang lebih kenyal dan aroma nasi yang khas.

Campurkan ketupat halus dengan tepung tapioka dan bumbu-bumbu lainnya, lalu goreng hingga kecokelatan. Sajikan cireng ketupat ini dengan sambal atau saus pedas untuk menambah rasa.

4. Bubur Ayam Ketupat: Kekentalan yang Berbeda

Siapa bilang bubur ayam hanya bisa menggunakan nasi? Coba haluskan ketupat dan masukkan ke dalam bubur ayam. Ini akan memberikan kekentalan dan rasa yang unik pada bubur ayam yang Anda buat. Topping seperti ayam suwir, bawang goreng, dan kerupuk akan semakin melengkapi hidangan ini.

Dengan cara ini, Anda bisa menikmati bubur ayam dengan cara yang berbeda.

5. Ketoprak Ketupat: Sentuhan Betawi yang Berbeda

Ketoprak biasanya menggunakan lontong, namun kali ini kita akan menggantinya dengan ketupat. Potong ketupat dadu dan sajikan dengan tahu goreng, bihun, tauge, dan bumbu kacang. Rasanya yang khas akan membuat Anda merindukan hidangan Betawi ini.

Ketoprak ketupat ini tidak hanya enak, tetapi juga memberikan variasi pada menu lebaran Anda.

6. Ketupat Rujak Cingur: Rasa Segar yang Menggoda

Rujak cingur dengan tambahan ketupat? Kenapa tidak! Ketupat yang diiris dadu bisa menjadi tambahan menarik dalam rujak cingur. Rasa segar dari sayuran dan bumbu rujak berpadu dengan ketupat yang kenyal, menciptakan sensasi rasa yang berbeda.

7. Ketupat Sayur Khas Betawi: Paduan Rempah yang Kaya

Ketupat juga bisa disajikan dengan sayur khas Betawi yang kaya akan rempah. Campurkan ketupat dengan sayur pepaya muda, kacang panjang, dan labu siam untuk mendapatkan hidangan yang sehat dan lezat. Rasa rempah yang kuat akan menambah cita rasa pada ketupat.

8. Ketupat Goreng: Camilan Renyah yang Lezat

Potongan ketupat yang dicelupkan dalam adonan tepung dan digoreng hingga keemasan adalah camilan yang sangat cocok untuk menemani waktu santai. Ketupat goreng ini bisa disajikan dengan sambal atau saus untuk menambah cita rasa.

Renyah di luar, lembut di dalam, ketupat goreng akan menjadi favorit baru di rumah.

9. Ketupat Kelapa Unti: Camilan Manis yang Unik

Untuk yang suka camilan manis, coba irisan ketupat yang digoreng dan dicampur dengan unti kelapa. Kombinasi ini menghasilkan camilan manis yang unik dan menggugah selera. Anda bisa menambahkan sedikit gula merah untuk rasa yang lebih kaya.

Camilan ini sangat cocok dinikmati saat berkumpul bersama keluarga.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Rayakan Lebaran dengan Sehat, Pilih Buah-Buahan Ini untuk Menjaga Kolesterol Jahat!

Rayakan Lebaran dengan Sehat, Pilih Buah-Buahan Ini untuk Menjaga Kolesterol Jahat!

Ilustrasi jus buah (credit: Pixabay/WebTechExperts)

Kapanlagi.com – Lebaran identik dengan sajian lezat yang menggoda selera, namun sering kali juga diwarnai dengan hidangan berlemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tingginya kolesterol bukan hanya berisiko bagi kesehatan jantung, tetapi juga dapat memicu masalah serius lainnya seperti stroke dan penyakit pembuluh darah.

Oleh karena itu, menjaga kadar kolesterol tetap seimbang saat merayakan Lebaran sangatlah penting untuk kesehatan jangka panjang kita. Namun, jangan khawatir! Anda bisa mengandalkan buah-buahan sebagai solusi alami untuk menurunkan kolesterol jahat.

Beberapa jenis buah mengandung serat larut air, antioksidan, dan senyawa bermanfaat lainnya yang dapat memberikan dampak positif pada kadar kolesterol dalam darah. Mengatur pola makan dengan menambahkan buah-buahan penurun kolesterol ke dalam menu harian Anda adalah langkah cerdas untuk menjaga keseimbangan kolesterol, terutama di tengah kemeriahan hidangan Lebaran yang kaya lemak.

Berikut adalah beberapa buah yang dapat menjadi sahabat terbaik Anda dalam menjaga level kolesterol tetap sehat. Siap untuk menjadikan Lebaran lebih bermanfaat bagi kesehatan Anda? Yuk, simak daftarnya!

1. Pisang dan Apel

Pisang dan apel, dua buah yang tak hanya lezat tetapi juga kaya manfaat untuk kesehatan kita!

Pisang, dengan kandungan inulin yang cerdas, membantu mengurangi penyerapan kolesterol jahat dari makanan, sekaligus mendukung kesehatan pencernaan dengan memperlancar pergerakan makanan dalam usus.

Tak ketinggalan, kalium dalam pisang berperan penting dalam menurunkan tekanan darah, menjaga jantung tetap sehat.

Sementara itu, apel hadir dengan pektin yang ampuh mengikat kolesterol, menurunkan kadar LDL dalam darah, dan polifenol yang bertindak sebagai pelindung dengan efek antiinflamasi.

Mudah didapat, kedua buah ini bisa dinikmati langsung atau dijadikan camilan sehat, terutama saat merayakan momen spesial seperti Lebaran!


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Alpukat dan Jambu Biji

Alpukat dan jambu biji, dua buah yang tak hanya lezat tetapi juga penuh manfaat bagi kesehatan jantung Anda! Alpukat, kaya akan lemak tak jenuh tunggal, berperan penting dalam menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Dengan rutin mengonsumsinya, Anda dapat menjaga keseimbangan kolesterol dalam darah dan mencegah risiko penyakit jantung.

Sementara itu, jambu biji, yang kaya akan kalium dan serat, berfungsi sebagai pahlawan dalam mengontrol tekanan darah serta menurunkan kadar kolesterol jahat dengan cara mengikat kolesterol di usus.

Tak hanya itu, vitamin dan antioksidan dalam jambu biji juga berkontribusi pada perlindungan kesehatan jantung.

Jadi, nikmati alpukat dalam salad atau jus, dan jambu biji sebagai camilan segar dua langkah sederhana menuju kesehatan yang lebih baik!

3. Buah Bit dan Beri

Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, buah bit menunjukkan potensi menarik dalam menurunkan kadar kolesterol. Kandungan seratnya yang melimpah berperan dalam mengurangi kolesterol jahat dalam darah, meski efek jangka panjangnya belum sepenuhnya teruji.

Namun, mengapa tidak mencoba buah bit sebagai variasi dalam diet Anda? Buah ini bisa dinikmati dalam berbagai cara mentah, direbus, atau dijadikan jus untuk meraih manfaat kesehatan yang maksimal.

Selain itu, jangan lupakan buah-buahan beri seperti stroberi, bluberi, dan raspberry yang kaya serat larut dan antioksidan polifenol, yang membantu menjaga kolesterol tetap sehat.

Dengan rutin mengonsumsi beri, Anda tidak hanya merawat kesehatan kolesterol, tetapi juga mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan. Nikmati beri sebagai camilan sehat atau tambahkan ke dalam salad buah Anda untuk sensasi yang lebih segar!

4. Jeruk dan Anggur

Jeruk, buah segar yang penuh warna, bukan hanya menyegarkan tetapi juga kaya akan pektin dan fitosterol yang ampuh menghalau kolesterol jahat dalam usus.

Dengan kandungan vitamin C yang melimpah, jeruk mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mengurangi risiko penyakit jantung. Menyertakan jeruk dalam menu harian Anda, terutama saat Lebaran, bisa menjadi langkah cerdas untuk menjaga keseimbangan kolesterol.

Sementara itu, anggur juga tak kalah menarik! Kaya akan antioksidan, anggur berfungsi meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, sekaligus melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas.

Menikmati anggur sebagai camilan sehat atau menambahkannya dalam salad adalah cara cerdas untuk menjaga kesehatan di tengah pesta kuliner Lebaran yang menggoda.

5. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ):

Apakah Anda ingin menurunkan kolesterol jahat dengan cara yang lezat?

Buah-buahan seperti apel, alpukat, dan pisang bisa jadi sahabat terbaik Anda! Kaya akan serat larut dan antioksidan, buah-buahan ini terbukti efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga kesehatan jantung.

Meski begitu, ingatlah bahwa mereka bukan pengganti obat kolesterol. Jadi, jika Anda memiliki masalah kolesterol tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda dan tambahkan buah-buahan ini ke dalam pola makan sehat Anda!


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Gorengan, Hidangan Lezat Lebaran yang Ternyata Bisa Tingkatkan Kolesterol?

Gorengan, Hidangan Lezat Lebaran yang Ternyata Bisa Tingkatkan Kolesterol?

Ilustrasi gorengan (Foto: Cookpad/@DapurGC)

Kapanlagi.com – Setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, momen Lebaran tentunya menjadi saat yang dinanti-nanti. Saatnya berkumpul bersama keluarga dan menikmati beragam hidangan lezat, termasuk gorengan yang selalu menggoda selera.

Namun, di balik kenikmatan tersebut, ada hal penting yang perlu diperhatikan: konsumsi gorengan secara berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dr. Yasmin Syauki, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Hasanuddin, mengingatkan kita bahwa banyak orang tidak menyadari dampak buruk dari kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak saat Lebaran.

Gorengan, yang sering kali menjadi camilan favorit, ternyata mengandung lemak jenuh tinggi, terutama jika digoreng dengan minyak yang digunakan berulang kali. Kadar kolesterol yang meningkat akibat konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

Selain gorengan, makanan lain seperti daging merah dan hidangan bersantan juga berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Dr. Yasmin menekankan perlunya kesadaran dalam memilih makanan setelah Lebaran, dengan menghindari makanan berlemak dan beralih ke pilihan yang lebih sehat.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kita ambil untuk mencegah kolesterol naik setelah merayakan Lebaran. Mari kita jaga kesehatan sambil tetap menikmati kelezatan hidangan!

1. Mengapa Gorengan Bisa Meningkatkan Kolesterol?

Gorengan memang menggoda selera, terutama yang crispy dan bertepung, tetapi tahukah Anda bahwa di balik kenikmatannya, tersimpan risiko bagi kesehatan?

Dr. Yasmin Syauki mengingatkan kita bahwa lemak jenuh dalam makanan goreng dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke.

Setelah Lebaran, di mana kita mungkin sudah terlanjur menikmati berbagai olahan goreng seperti ayam tepung dan ikan goreng, saatnya kita lebih bijak.

Meski rasanya tak tertandingi, konsumsi gorengan berlebihan bisa memperburuk kondisi kolesterol, apalagi jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Mari kita jaga kesehatan dengan membatasi asupan gorengan, demi tubuh yang lebih bugar dan kadar kolesterol yang seimbang!


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Pengaruh Pola Makan Setelah Lebaran terhadap Kesehatan Kolesterol

Setelah merayakan Lebaran dengan berbagai hidangan lezat yang kaya lemak dan gula, saatnya kita beralih ke pola makan yang lebih seimbang demi menjaga kadar kolesterol dalam tubuh.

Dr. Yasmin menekankan pentingnya kembali ke makanan sehat, seperti ikan, sayuran, dan buah-buahan, untuk mengembalikan keseimbangan nutrisi. “Kita harus kembali ke kebiasaan semula, menghindari kue kering dan daging merah, serta beralih ke variasi ikan,” ujarnya.

Makanan tinggi serat dan omega-3, seperti sayur-sayuran dan ikan salmon, sangat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Jadi, dengan mengatur pola makan yang lebih sehat, kita bisa mencegah lonjakan kolesterol yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang. Mari pilih protein yang lebih baik dan nikmati hidup sehat setelah Lebaran!

3. Pentingnya Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol

Setelah merayakan Lebaran, menjaga kadar kolesterol tetap normal bukan hanya soal mengatur pola makan, tetapi juga melibatkan olahraga sebagai faktor penting.

Aktivitas fisik yang rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama minimal 150 menit per minggu, tidak hanya membantu membakar kalori dan lemak berlebih, tetapi juga memperbaiki profil kolesterol kita.

Menurut Dr. Yasmin, berolahraga secara teratur dapat mencegah berbagai penyakit metabolik, termasuk hipertensi dan diabetes, serta meningkatkan kesehatan jantung dan aliran darah.

Ini sangat krusial untuk menghindari penumpukan plak dalam pembuluh darah yang dapat memicu masalah kesehatan serius. Selain itu, berolahraga setelah Lebaran juga efektif untuk menstabilkan berat badan yang sering melambung akibat pola makan yang kurang terjaga selama perayaan.

Jadi, kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan kolesterol dan tubuh kita secara keseluruhan.

4. Bagaimana Mengatur Pola Makan Seimbang Setelah Lebaran

Setelah merayakan Lebaran, saatnya kita kembali ke jalur kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi dalam setiap hidangan.

Menerapkan diet seimbang yang kaya akan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral adalah kunci untuk menjaga vitalitas tubuh. Jangan terjebak pada satu jenis makanan pastikan semua nutrisi terintegrasi dalam setiap waktu makan.

Untuk sarapan, nikmati hidangan bergizi seperti telur rebus dengan roti gandum atau oatmeal yang dipadu dengan buah segar. Saat makan siang dan malam, pilihlah porsi seimbang seperti ikan bakar yang dipadukan dengan sayuran segar dan nasi merah.

Usahakan untuk menjauhi makanan cepat saji atau yang digoreng, karena bisa meningkatkan asupan lemak jenuh yang berbahaya. Jangan lupa untuk cukup minum air putih dan batasi konsumsi minuman manis yang mengandung gula berlebih.

Dengan menjaga pola makan yang bergizi, kita dapat mengatur kadar kolesterol dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal pasca-Lebaran.

5. Apa yang Harus Dihindari untuk Menjaga Kolesterol Tetap Sehat?

Setelah merayakan Lebaran, saatnya kita menjaga kesehatan tubuh dengan cermat! Beberapa makanan yang menggoda namun tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, daging merah, dan santan, sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kolesterol jahat.

Alihkan pilihan Anda ke makanan yang lebih sehat, seperti ikan, ayam tanpa kulit, serta hidangan yang direbus atau dipanggang. Jangan lupa juga untuk waspada terhadap asupan gula dan karbohidrat olahan, seperti kue kering yang melimpah saat Lebaran.

Kue-kue ini, yang kaya akan mentega dan gula, bisa jadi musuh bagi kadar kolesterol kita. Sebagai gantinya, nikmati camilan sehat seperti buah-buahan segar atau kacang-kacangan.

Dengan pola makan yang lebih bijak, kita bisa menurunkan risiko kolesterol tinggi dan menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima setelah perayaan!

6. Pertanyaan dan Jawaban

Apakah Anda penasaran apakah gorengan bisa meningkatkan kolesterol?

Ternyata, jawabanya adalah ya! Gorengan mengandung lemak jenuh yang, jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita.

Nah, setelah merayakan Lebaran, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk menurunkan kolesterol. Menghindari makanan berlemak tinggi, rutin berolahraga, dan mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat seperti ikan segar dan sayuran dapat menjadi solusi yang efektif.

Untuk menjaga kolesterol tetap dalam batas yang sehat, pastikan untuk mengisi piring Anda dengan makanan kaya serat, omega-3, dan protein sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Mari jaga kesehatan kita dengan pilihan makanan yang tepat!


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Hati-Hati! Ini Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran

Hati-Hati! Ini Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran

Ilustrasi Diabetes (Image by Freepik)

Kapanlagi.com – Lebaran adalah waktu yang ditunggu-tunggu, penuh dengan kebahagiaan dan hidangan lezat. Namun, di balik semua itu, ada bahaya yang mengintai kesehatan kita. Setelah perayaan, beberapa penyakit kronis dapat kambuh atau bahkan memburuk akibat perubahan pola makan dan gaya hidup yang drastis.

Beberapa penyakit yang sering kambuh setelah Lebaran antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, diabetes, dan sakit maag. Mari kita telusuri lebih dalam tentang penyakit-penyakit ini dan bagaimana cara pencegahannya agar kita tetap sehat pasca Lebaran.

Berikut informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/4/2025).

1. Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran

Lebaran adalah momen istimewa yang dinanti-nantikan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Saat Hari Raya Idul Fitri, tradisi bersilaturahmi, menikmati hidangan khas, dan berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang tidak terpisahkan. Namun, pola makan yang berubah drastis dan konsumsi makanan berlebihan sering kali memicu berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa penyakit yang sering muncul setelah Lebaran beserta cara pencegahannya.

Penyakit Hipertensi: Jangan Anggap Remeh!

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang rentan kambuh setelah Lebaran. Konsumsi makanan tinggi garam dan rendah aktivitas fisik selama liburan dapat meningkatkan tekanan darah. Menurut data, sekitar 30% orang dewasa di Indonesia mengalami hipertensi, dan banyak di antaranya tidak menyadarinya.

Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan mengurangi asupan garam, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta aktif bergerak. Olahraga ringan seperti berjalan kaki bisa menjadi solusi efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Kolesterol Tinggi: Waspadai Makanan Berlemak

Kolesterol tinggi juga menjadi masalah yang sering muncul setelah Lebaran. Makanan berlemak seperti gorengan, jeroan, dan santan menjadi favorit saat perayaan. Kadar kolesterol jahat (LDL) dapat meningkat drastis akibat pola makan yang tidak sehat.

Pencegahan kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan mengganti makanan berlemak dengan pilihan yang lebih sehat, seperti ikan dan kacang-kacangan. Selain itu, rutin berolahraga juga membantu menurunkan kadar kolesterol.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Asam Urat: Serangan Mendadak Setelah Lebaran

Asam urat atau gout adalah penyakit yang sering kambuh setelah Lebaran, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat. Makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood dapat memicu serangan asam urat yang menyakitkan.

Pencegahan asam urat dapat dilakukan dengan menghindari makanan tinggi purin dan memperbanyak konsumsi air putih. Menjaga berat badan ideal juga berperan penting dalam mengelola kadar asam urat.

Diabetes Melitus: Gula Darah yang Melonjak

Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan yang harus diwaspadai setelah Lebaran. Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Menurut data, 10% populasi Indonesia menderita diabetes, dan angka ini terus meningkat.

Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana. Menggantinya dengan karbohidrat kompleks dan serat dapat membantu mengontrol gula darah.

Sakit Maag: Pola Makan yang Tidak Teratur

Sakit maag adalah masalah pencernaan yang sering muncul setelah Lebaran. Pola makan yang tidak teratur dan konsumsi makanan pedas dan berlemak dapat memperburuk kondisi ini. Banyak orang yang mengeluhkan sakit maag setelah menyantap hidangan Lebaran yang kaya bumbu.

Pencegahan sakit maag dapat dilakukan dengan makan dalam porsi kecil tetapi sering, serta menghindari makanan yang dapat memicu iritasi lambung.

3. Cara Mencegah Penyakit Pasca Lebaran

Agar terhindar dari penyakit pasca Lebaran, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Pertama, konsumsi makanan sehat dan seimbang dengan membatasi makanan tinggi garam, lemak, dan gula. Perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian dalam menu harian.

Kedua, pilih metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau memanggang. Ketiga, atur porsi makan agar tidak berlebihan dan minum cukup air putih untuk menjaga hidrasi tubuh.

Keempat, olahraga teratur meskipun hanya dengan aktivitas ringan. Terakhir, istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – 8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak

8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak

Ilustrasi Soto Ayam Kuah Bening (Credit: pexels.com/Quang)

Kapanlagi.com – Setelah menikmati kelezatan hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang yang kaya akan santan dan lemak, banyak orang mulai mencari variasi kuliner yang lebih segar dan berbeda. Kebosanan terhadap makanan bersantan ini mendorong banyak orang untuk berburu aneka kuliner lain setelah hari raya berlalu. Mulai dari makanan berkuah seperti bakso hingga hidangan segar seperti rujak, semua ini menjadi incaran favorit banyak orang usai Lebaran.

Tidak hanya soal selera, pencarian makanan tertentu setelah Lebaran juga dipicu oleh kebutuhan tubuh untuk kembali ke pola makan yang lebih seimbang. Konsumsi makanan berlemak dan bersantan selama beberapa hari bisa membuat tubuh terasa berat, sehingga banyak yang beralih ke makanan yang lebih ringan, pedas, atau segar untuk menetralkan rasa di lidah. Oleh karena itu, hidangan seperti soto, mie ayam, atau rujak sering menjadi pilihan utama setelah Lebaran.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi delapan makanan yang paling diburu setelah Lebaran. Dari hidangan berkuah yang menghangatkan, makanan pedas yang menggugah selera, hingga camilan segar yang menyegarkan, semuanya menjadi favorit banyak orang. Apa saja makanan yang paling banyak dicari setelah Lebaran? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. 1. Bakso

Setelah beberapa hari menikmati hidangan kaya santan dan bumbu, bakso menjadi pilihan favorit yang tak tertandingi. Kuahnya yang hangat dan gurih memberikan rasa ringan di perut, sementara sensasi pedas dari sambal menambah kenikmatan yang unik. Tak heran jika kedai bakso selalu dipadati pengunjung setelah Lebaran.

2. Soto

Soto dengan kuah segarnya menjadi pilihan yang banyak dicari setelah Lebaran. Baik itu soto ayam maupun soto daging, hidangan ini terasa lebih ringan dibandingkan makanan bersantan. Ditambah dengan perasan jeruk nipis dan sambal, soto mampu menghadirkan kesegaran yang menyenangkan setelah menikmati hidangan Lebaran yang berat.

3. Mie Ayam

Mie ayam adalah salah satu hidangan yang sering dirindukan setelah Lebaran. Tekstur mie yang kenyal, kuah kaldu yang gurih, serta tambahan pangsit atau bakso menjadikannya pilihan sempurna bagi mereka yang ingin menikmati makanan sederhana, lezat, dan mengenyangkan tanpa rasa enek.

4. Rujak

Setelah menyantap makanan berlemak selama Lebaran, banyak orang mendambakan sesuatu yang segar dan asam-manis, seperti rujak. Kombinasi buah segar dengan bumbu kacang yang pedas-manis memberikan sensasi menyegarkan sekaligus membantu melancarkan pencernaan.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. 5. Pempek

Pempek dengan saus cuko yang asam dan pedas menjadi sajian favorit yang banyak dicari setelah Lebaran. Keunikan rasa gurih yang berpadu dengan kesegaran cuko menciptakan harmoni yang sempurna, memberikan keseimbangan setelah menikmati beragam hidangan bersantan dan manis selama perayaan.

6. Seblak

Dengan kuah pedas dan aroma kencur yang khas, sering kali menjadi buruan usai Lebaran. Kepedasan seblak menawarkan sensasi menyegarkan yang mampu membersihkan lidah dari jejak makanan berlemak, sementara kerupuk basahnya yang kenyal menambah kenikmatan tersendiri.

7. Pecel dan Gado-Gado

Pecel dan gado-gado, hidangan berbasis sayuran, menjadi pilihan sehat setelah Lebaran. Sayuran segar yang diselimuti bumbu kacang yang lezat membantu memulihkan keseimbangan nutrisi tubuh setelah banyak mengonsumsi daging dan santan.

8. Es Buah atau Es Campur

Es buah atau es campur menjadi minuman segar yang dicari banyak orang setelah menyantap hidangan Lebaran yang berat. Kombinasi buah segar, sirup, susu, dan es batu menghadirkan sensasi menyegarkan yang sangat pas untuk melepas dahaga dan mengembalikan vitalitas tubuh setelah perayaan.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Opor Ayam Lebaran: Lebih dari Sekadar Masakan, Ini Kisah Kuliner Nusantara

Opor Ayam Lebaran: Lebih dari Sekadar Masakan, Ini Kisah Kuliner Nusantara

Copyright: Kari Ayam (credit: Cookpad Hanhanny)

Opor ayam merupakan salah satu hidangan khas yang selalu hadir di tengah perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap meja makan, tetapi juga telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Hidangan berkuah santan ini memiliki cita rasa gurih yang khas, menjadikannya favorit di berbagai daerah. Hampir setiap rumah tangga menyajikan opor ayam sebagai hidangan utama saat berkumpul bersama keluarga dalam suasana penuh kebersamaan.

Namun, di balik kelezatannya, sejarah opor ayam menyimpan jejak panjang yang menarik untuk ditelusuri. Hidangan ini bukan semata-mata hasil kreasi asli dari Indonesia, melainkan merupakan bagian dari akulturasi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Simak informasinya lengkap yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/4/2025).

1. Jejak Sejarah Opor Ayam

Sejarah opor ayam dapat ditelusuri melalui jejak pengaruh dari tiga budaya besar yang berinteraksi dengan Nusantara, yakni India, Arab, dan China. Hidangan ini tidak lahir dari satu budaya tunggal, melainkan merupakan hasil dari proses akulturasi yang berlangsung selama berabad-abad. Kombinasi dari teknik memasak dan penggunaan rempah-rempah khas dari berbagai bangsa telah membentuk opor ayam sebagaimana yang dikenal oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Di Indonesia, terdapat dua jenis opor ayam yang paling populer, yaitu opor ayam berkuah santan putih dan opor ayam berkuah kuning. Masing-masing varian ini memiliki cita rasa, warna, serta sejarah yang berbeda, mencerminkan pengaruh budaya yang turut membentuknya. Opor ayam dengan kuah santan berwarna putih sangat erat kaitannya dengan komunitas peranakan Tionghoa di Indonesia. Hidangan ini memiliki kuah yang kental dan gurih dengan dominasi aroma santan, menciptakan cita rasa yang lembut namun tetap kaya. Sajian ini sering kali dihidangkan bersama lontong atau ketupat, mengingatkan pada hidangan khas komunitas Tionghoa seperti lontong Cap Go Meh, yang biasa disajikan dalam perayaan Cap Go Meh.

Kehadiran opor ayam santan putih dalam kuliner Nusantara menunjukkan bagaimana budaya China turut memberikan pengaruh dalam teknik memasak dan bahan yang digunakan. Penggunaan santan yang melimpah dalam hidangan ini sejalan dengan kecenderungan masakan Tionghoa peranakan yang sering mengadaptasi bahan lokal dengan tetap mempertahankan karakteristik aslinya. Berbeda dengan opor santan putih, varian opor ayam berkuah kuning mencerminkan pengaruh budaya India. Warna kuning khas yang dihasilkan dari kunyit menjadi ciri utama hidangan ini, sementara penggunaan jintan serta rempah-rempah lainnya memberikan aroma dan rasa yang lebih tajam. Kunyit dan jintan merupakan bumbu yang sering digunakan dalam masakan India, terutama dalam hidangan berempah seperti kari.

Selain warna dan aroma yang khas, opor ayam berkuah kuning juga memiliki rasa yang lebih kompleks dibandingkan dengan varian santan putih. Hidangan ini sering disajikan dalam berbagai kesempatan istimewa, terutama saat perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Kombinasi antara santan, kunyit, dan rempah lainnya menjadikan opor ayam kuning sebagai sajian yang menggugah selera dan semakin memperkaya khasanah kuliner Nusantara.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Masuknya Opor Ayam ke Nusantara Melalui Jalur Pesisir

Penyebaran awal hidangan ini di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pedagang Arab dan India yang datang ke Nusantara melalui jalur perdagangan maritim. Sejak abad ke-16, kawasan pesisir di Sumatera, Jawa, dan Selat Malaka telah menjadi pusat interaksi budaya, di mana berbagai pengaruh asing mulai bercampur dengan tradisi lokal. Dalam proses ini, kuliner pun ikut mengalami transformasi, termasuk dalam cara memasak dan penggunaan bahan-bahan yang lebih mudah ditemukan di wilayah kepulauan Indonesia.

Salah satu bentuk asimilasi yang menarik dalam sejarah opor ayam adalah pengaruh dari Kerajaan Mughal di India, yang terkenal dengan sajian qorma yaitu hidangan berbumbu yang dimasak dengan susu atau yoghurt sebagai bahan dasar kuahnya. Namun, di Indonesia, bahan tersebut digantikan dengan santan, yang lebih mudah diperoleh dari kelapa yang banyak tumbuh di wilayah tropis. Inovasi ini kemudian menjadi ciri khas utama dari opor ayam yang dikenal saat ini.

Selain itu, dengan semakin meluasnya penyebaran agama Islam di Nusantara, hidangan berbasis rempah seperti opor ayam menjadi semakin populer. Banyak kerajaan Islam di Indonesia, seperti Kesultanan Aceh, Demak, dan Mataram, yang mengadopsi berbagai tradisi kuliner dari India dan Timur Tengah, lalu menyesuaikannya dengan bahan serta teknik memasak lokal.

3. Resep Opor Ayam Penuh Rempah

Bahan Utama:

  • 1 ekor ayam (pilih ayam kampung untuk rasa yang lebih gurih, potong menjadi beberapa bagian)
  • 500 ml santan kental (dari 1 butir kelapa)
  • 700 ml santan cair (dari perasan pertama kelapa atau bisa menggunakan santan instan yang diencerkan)
  • 2 lembar daun salam untuk memberikan aroma khas
  • 3 lembar daun jeruk (buang tulangnya agar tidak pahit)
  • 1 batang serai (memarkan agar aromanya keluar)
  • 3 cm lengkuas (memarkan)
  • 2 sdm minyak goreng (untuk menumis bumbu)
  • Garam dan gula secukupnya untuk menyeimbangkan rasa

Bumbu Halus:

  • 6 siung bawang merah (memberikan rasa manis alami)
  • 4 siung bawang putih (menambah aroma dan kelezatan)
  • 3 butir kemiri (sangrai terlebih dahulu agar lebih gurih)
  • 1 sdt ketumbar (sangrai untuk mengeluarkan aroma lebih kuat)
  • ½ sdt merica bubuk untuk memberikan sedikit rasa pedas hangat
  • 3 cm kunyit (dibakar sebentar agar warna lebih cerah dan aromanya lebih keluar)
  • 2 cm jahe (memberikan sedikit rasa hangat dan memperkaya rasa kuah)

Cara Memasak Opor Ayam

1. Persiapan Ayam

  • Cuci bersih ayam dengan air mengalir, lalu tiriskan.
  • Jika ingin rasa yang lebih gurih, ayam dapat digoreng terlebih dahulu hingga setengah matang. Proses ini juga membuat tekstur ayam lebih kenyal saat dimasak dalam kuah santan.

2. Menumis Bumbu

  • Panaskan minyak goreng dalam wajan atau panci besar dengan api sedang.
  • Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, tandanya bumbu berubah warna menjadi lebih gelap dan minyak mulai keluar dari tumisan.
  • Tambahkan daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas. Aduk rata agar aromanya semakin keluar dan meresap ke dalam bumbu.

3. Memasak Ayam dengan Santan Cair

  • Masukkan potongan ayam ke dalam wajan, aduk hingga ayam terbalut rata dengan bumbu yang telah ditumis.
  • Tuangkan santan cair sedikit demi sedikit, lalu aduk perlahan agar bumbu tercampur merata.
  • Masak dengan api kecil hingga ayam mulai empuk dan bumbu meresap sempurna ke dalam dagingnya.

4. Menambahkan Santan Kental

  • Setelah ayam cukup empuk, masukkan santan kental. Aduk perlahan agar santan tidak pecah dan kuah tetap lembut.
  • Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk. Proses ini penting agar kuah opor tetap kental dan tidak menggumpal.
  • Tambahkan garam dan gula secukupnya sesuai selera.

5. Penyajian Opor Ayam

  • Setelah kuah mulai mengental dan ayam benar-benar matang, matikan api.
  • Diamkan opor ayam selama beberapa saat sebelum disajikan agar bumbu lebih meresap.
  • Hidangkan opor ayam dalam mangkuk saji dan taburkan bawang goreng di atasnya untuk menambah aroma dan tekstur renyah.
  • Opor ayam sangat cocok disajikan bersama ketupat, lontong, atau nasi putih hangat.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Arus Balik Bareng Balita? Simak Tips Agar Si Kecil Nyaman dan Anti Rewel di Perjalanan

Arus Balik Bareng Balita? Simak Tips Agar Si Kecil Nyaman dan Anti Rewel di Perjalanan

Ilustrasi mudik bareng balita (Credit: pexels.com by Kampus Production)

Kapanlagi.com – Perjalanan kembali setelah merayakan Lebaran sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para orang tua yang bepergian dengan balita. Kemacetan yang panjang, perubahan dalam jadwal tidur, serta kondisi cuaca yang tidak menentu dapat membuat si kecil mudah rewel dan kelelahan selama perjalanan. Persiapan yang kurang matang bisa mengakibatkan perjalanan menjadi tidak nyaman baik bagi anak maupun orang tua.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan pola makan dan tidur anak sebelum memulai perjalanan, agar daya tahan tubuh si kecil tetap terjaga. Kurangnya jam tidur atau gangguan pada pola tidur dapat menurunkan imunitas anak, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit.

Untuk memastikan perjalanan arus balik tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Dirangkum oleh KapanLagi.com dari berbagai sumber pada Rabu (2/4/2025), berikut adalah sejumlah tips lengkap untuk menjaga kenyamanan anak selama di perjalanan.

1. 1. Pastikan Balita Sehat dan Kebutuhannya Terpenuhi

Sebelum memulai perjalanan, penting untuk memastikan si kecil dalam keadaan sehat. Jika ada riwayat kondisi medis tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jika balita tampak kurang sehat, jangan segan untuk menunda perjalanan. Persiapkan juga perlengkapan medis seperti kotak P3K yang berisi obat dasar seperti paracetamol, obat diare, dan salep antiseptik.

Perlengkapan balita harus dipersiapkan dengan cermat. Bawalah popok, pakaian ganti, selimut, handuk, serta tisu basah dan kering. Pastikan makanan dan minuman yang cukup juga tersedia. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat. Pastikan semua komponen berfungsi dengan baik, termasuk ban, oli, dan lampu. Jika menggunakan mobil pribadi, pastikan car seat terpasang dengan benar demi keselamatan balita.

Untuk memudahkan perjalanan, sebaiknya barang bawaan anak dibagi menjadi dua tas:

– Tas kecil untuk barang yang sering digunakan, seperti popok, tisu basah, botol susu, makanan ringan, baju ganti, dan mainan favorit.
– Tas besar untuk barang cadangan, seperti pakaian tambahan, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan selimut.

Jangan lupa juga untuk membawa kotak P3K yang dilengkapi dengan termometer, plester luka, obat demam, serta perlengkapan medis lainnya jika diperlukan.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. 2. Rencanakan Rute dan Titik Istirahat

Saat merencanakan perjalanan, penting untuk menyusun rute yang memperhatikan titik istirahat yang nyaman bagi balita. Pilihlah area istirahat yang dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih dan area bermain anak. Ini akan memberi kesempatan bagi si kecil untuk bergerak dan bermain sejenak, sehingga tetap ceria selama perjalanan. Pastikan juga untuk memperkirakan waktu tempuh agar perjalanan tidak menjadi terlalu melelahkan bagi seluruh anggota keluarga.

Selama perjalanan, pastikan balita tetap nyaman dengan memberikan ASI atau susu pada jadwalnya. Siapkan juga camilan dan minuman sehat untuk menemani perjalanan. Untuk mengusir kebosanan, ajak si kecil bermain atau bernyanyi bersama. Jika balita merasa mengantuk, biarkan ia beristirahat dengan nyaman di dalam kendaraan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan bersama balita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi semua.

3. 3. Pastikan Anak Mendapat Asupan Nutrisi yang Cukup

Perjalanan jauh bisa membuat anak lebih cepat lapar dan haus. Oleh karena itu, pastikan untuk membawa bekal makanan sehat dan camilan favorit anak. Menurut Kompas, buah-buahan yang tahan lama, roti, biskuit, serta makanan dengan kandungan protein tinggi sangat disarankan untuk menjaga energi anak selama perjalanan.

Jika anak masih menyusui, ibu disarankan untuk menyusui saat pesawat lepas landas atau mendarat guna mengurangi tekanan di telinga akibat perubahan ketinggian. Sementara untuk perjalanan darat, bawa termos kecil berisi air hangat agar memudahkan penyajian susu atau makanan bayi.

4. 4. Berhenti Secara Berkala 

Melakukan pemberhentian secara rutin selama perjalanan adalah hal yang sangat penting. Ini memberikan kesempatan bagi si kecil untuk bergerak bebas, ke toilet, dan menikmati makanan. Jika balita tampak lelah atau rewel, jangan paksakan untuk melanjutkan perjalanan. Pastikan kebersihan tetap terjaga dengan rutin mengganti popok dan membersihkan tangan si kecil setelah makan.

5. 5. Ciptakan Suasana Nyaman di Kendaraan

Rasa bosan selama perjalanan dapat membuat anak menjadi rewel. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan suasana yang nyaman di dalam kendaraan. Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi:

  • Membawa mainan favorit anak untuk mengalihkan perhatian saat mulai bosan.
  • Memutar musik anak-anak atau cerita audio agar perjalanan terasa lebih menyenangkan.
  • Menggunakan bantal dan selimut agar anak bisa tidur lebih nyaman.

Jika anak terbiasa menggunakan car seat, pastikan car seat dipasang dengan benar di kursi belakang untuk keamanan optimal.

6. 6. Jaga Kebersihan dan Kesehatan Anak Selama Perjalanan

Perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko anak terkena penyakit, terutama jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Berikut adalah beberapa tips dari Alodokter untuk memastikan anak tetap sehat selama arus balik:

  • Rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan.
  • Menghindari makanan yang kurang higienis untuk mencegah gangguan pencernaan.
  • Memastikan anak cukup minum air putih agar tetap terhidrasi dan tidak mudah lelah.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak enak badan, seperti demam atau muntah, segera cari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

7. Tips Tambahan untuk Perjalanan Arus Balik

Usahakan untuk bepergian di luar jam-jam sibuk agar terhindar dari kemacetan yang melelahkan. Saat berhenti di tempat istirahat, beri kesempatan kepada balita untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menambah pengalaman baru. Pastikan membawa camilan sehat dan cukup minuman untuk si kecil. Jangan lupa juga untuk membawa pakaian ganti untuk orang tua, sebagai langkah antisipasi jika terjadi situasi tak terduga.

Dengan persiapan yang matang dan mengikuti tips di atas, perjalanan arus balik Lebaran bersama balita dapat menjadi momen yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Ingatlah, keselamatan dan kenyamanan balita adalah hal yang paling utama dalam perjalanan ini.

8. Pertanyaan Umum

Apa yang harus dilakukan jika balita sakit sebelum perjalanan?

Jika balita sakit, sebaiknya tunda perjalanan dan konsultasikan dengan dokter.

Perlengkapan medis apa saja yang perlu dibawa saat perjalanan?

Bawa kotak P3K yang berisi paracetamol, obat diare, salep antiseptik, dan obat-obatan lain yang diperlukan.

Bagaimana cara menjaga kenyamanan balita selama perjalanan?

Berikan makanan dan minuman yang sehat, ajak bermain, dan biarkan tidur jika mengantuk.

Apakah perlu berhenti secara berkala selama perjalanan?

Ya, berhenti secara berkala penting untuk memberi kesempatan balita bergerak dan beristirahat.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Badan Lebih Fit Setelah Lebaran dengan 10 Resep Jamu Tradisional Ini, Yuk Coba

Badan Lebih Fit Setelah Lebaran dengan 10 Resep Jamu Tradisional Ini, Yuk Coba

Ilustrasi jamu kunyit (copyrigh freepik.com/azerbaijan-stockers)

Kapanlagi.com – Setelah merayakan Lebaran, tubuh kita sering kali merasa letih dan dipenuhi racun akibat konsumsi makanan yang kaya lemak. Tak jarang, beberapa orang mengalami kenaikan kadar kolesterol dan tekanan darah sebagai akibat dari pola makan yang kurang terkontrol. Untuk mengembalikan vitalitas dan kesehatan tubuh, jamu tradisional bisa menjadi solusi alami yang sangat efektif.

Jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga sarat dengan manfaat kesehatan. Mulai dari meredakan perut kembung hingga membantu menurunkan kadar kolesterol, terdapat banyak resep jamu yang dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa resep jamu detoks yang dapat membantu tubuh kembali rileks setelah perayaan Lebaran.

Selain bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tekanan darah, jamu juga dapat menjadi cara alami yang efektif untuk menurunkan berat badan. Berikut ini adalah lima resep jamu detoks yang bisa kamu coba untuk merasakan khasiatnya.

1. 1. Wedang Jahe

Manfaat: Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan gangguan pencernaan.

Bahan:

  • Jahe (digeprek)
  • Air
  • Madu atau gula (sesuai selera)

Cara Membuat:

  1. Rebus jahe yang sudah digeprek dengan air hingga mendidih.
  2. Tambahkan madu atau gula sesuai selera.
  3. Minum selagi hangat untuk meredakan gangguan pencernaan.

2. Jamu Kunyit Asem

Manfaat: Kombinasi kunyit dan asam jawa sangat baik untuk pencernaan.

Bahan:

  • Kunyit (dihaluskan)
  • Asam jawa
  • Gula aren
  • Garam
  • Air

Cara Membuat:

  1. Campurkan kunyit yang sudah dihaluskan, asam jawa, gula aren, garam, dan air.
  2. Rebus hingga mendidih.
  3. Saring dan nikmati selagi hangat.

3. Jamu Beras Kencur

Manfaat: Cocok untuk mengatasi pegal linu dan meningkatkan energi.

Bahan:

  • Beras (disangrai)
  • Kencur
  • Jahe
  • Air

Cara Membuat:

  1. Sangrai beras, haluskan kencur dan jahe.
  2. Campur semua bahan dengan air.
  3. Rebus hingga mendidih, saring, dan minum selagi hangat.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. 4. Jamu Temulawak Kunyit Jahe

Manfaat: kombinasi rempah yang ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahan:

  • 50 gram temulawak
  • 50 gram kunyit
  • 50 gram jahe emprit
  • 500 ml air
  • Gula secukupnya (opsional)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih temulawak, kunyit, dan jahe.
  2. Parut semua bahan hingga halus.
  3. Rebus bahan-bahan yang sudah diparut dengan 500 ml air hingga mendidih.
  4. Setelah air agak menyusut, matikan kompor dan saring jamu ke dalam gelas.
  5. Tambahkan gula jika diinginkan untuk menambah rasa manis.
  6. Nikmati jamu selagi hangat untuk merasakan manfaatnya.

5. Ramuan Jahe, Kayu Manis, dan Bunga Lawang

Manfaat: Membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Bahan:

  • Jahe (digeprek)
  • Kayu manis
  • Bunga lawang
  • Air

Cara Membuat:

  1. Geprek jahe, kemudian rebus bersama kayu manis dan bunga lawang selama 10 menit.
  2. Saring dan minum untuk manfaat terbaik.

6. Jamu Kunyit Jahe

Manfaat: Menyeimbangkan kadar gula darah.

Bahan:

  • Kunyit (digeprek)
  • Jahe (digeprek)
  • Air

Cara Membuat:

  1. Geprek kedua bahan (kunyit dan jahe).
  2. Rebus selama 10 menit.
  3. Saring dan nikmati.

3. 7. Jamu Empon-Empon

Manfaat: Mengandung banyak rempah dengan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Bahan:

  • Temulawak
  • Kunyit
  • Jahe
  • Serai
  • Kayu manis
  • Air

Cara Membuat:

  1. Rebus semua bahan dalam air hingga mendidih selama 10-15 menit.
  2. Saring dan minum selagi hangat.

8. Teh Hijau dan Kayu Manis

Manfaat: Teh hijau kaya akan antioksidan, sementara kayu manis membantu menurunkan kadar glukosa darah.

Bahan:

  • Teh hijau
  • Kayu manis
  • Air

Cara Membuat:

  1. Seduh teh hijau dengan kayu manis selama 5-10 menit.
  2. Minum selagi hangat.

9. Ramuan Kopi Jahe Lengkuas

Manfaat: Baik untuk stamina dan mengatasi pegal linu.

Bahan:

  • Air panas
  • Kopi hitam
  • Jahe
  • Lengkuas
  • Kayu manis
  • Lada hitam
  • Cengkeh
  • Madu

Cara Membuat:

  1. Campur air panas, kopi hitam, jahe, lengkuas, kayu manis, lada hitam, dan cengkeh.
  2. Gunakan alat press kopi untuk menyaring.
  3. Tambahkan madu dan nikmati.

10. Jamu Alang-Alang Serai

Manfaat: Membantu menyegarkan tubuh.

Bahan:

  • Alang-alang
  • Serai
  • Kunyit
  • Air
  • Madu

Cara Membuat:

  1. Rebus alang-alang, serai, dan kunyit yang sudah diiris tipis hingga mendidih selama 10 menit.
  2. Saring dan tambahkan madu.
  3. Nikmati selagi hangat.

4. Tips Tambahan

– Pilihlah bahan-bahan yang segar dan berkualitas tinggi untuk mendapatkan hasil yang optimal.
– Pastikan semua alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan bersih dan higienis.
– Konsumsilah jamu dalam jumlah yang tepat dan perhatikan bagaimana tubuh Anda bereaksi setelah mengonsumsinya.
– Kombinasikan konsumsi jamu dengan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga.

Perlu diingat, informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal sebelum mengonsumsi jamu, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan.

5. Pertanyaan Seputar Topik

Apa manfaat jamu setelah Lebaran?

Jamu membantu memulihkan tubuh dan merelaksasi pikiran setelah konsumsi makanan berat saat Lebaran.

Apakah semua orang bisa mengonsumsi jamu?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Bagaimana cara membuat jamu yang baik?

Gunakan bahan segar, bersihkan alat, dan ikuti resep dengan benar.

Berapa banyak jamu yang sebaiknya dikonsumsi?

Konsumsi secukupnya dan perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Biar Tak Melulu Pamer Jempol, Ini 8 Rekomendasi Pose dan Gaya Foto Lebaran yang Keren untuk Bapak-Bapak

Biar Tak Melulu Pamer Jempol, Ini 8 Rekomendasi Pose dan Gaya Foto Lebaran yang Keren untuk Bapak-Bapak

lustrasi keluarga bahagia, orang tua, anak (credit: Elina Fairytale by Pexels).

Kapanlagi.com – Di setiap perayaan Lebaran, tradisi pengambilan foto keluarga menjadi salah satu yang tidak boleh terlewatkan. Sering kali, kita melihat para bapak berpose dengan cara yang sama, yaitu berdiri tegak sambil mengangkat jempol. Meskipun pose ini terlihat sederhana dan sudah menjadi ciri khas, namun seringkali hasil foto menjadi tampak monoton dan kurang menarik.

Untuk membuat foto Lebaran tahun ini lebih menarik dan segar, banyak alternatif pose yang bisa dicoba oleh para bapak. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, foto keluarga dapat terlihat lebih alami, elegan, dan tetap mencerminkan kehangatan suasana Lebaran. Tidak perlu melakukan pose yang terlalu rumit atau canggung, cukup dengan beberapa perubahan kecil, hasil foto bisa menjadi lebih dinamis dan berkesan.

Oleh karena itu, alih-alih terus-menerus menggunakan pose jempol yang sudah terlalu umum, kini saatnya untuk bereksperimen dengan gaya baru yang tetap nyaman dan lebih bervariasi. Dengan beberapa panduan, para bapak dapat tampil lebih percaya diri dalam foto keluarga, tanpa kehilangan daya tarik dan kehangatan yang biasanya dimiliki oleh seorang kepala keluarga.

1. Rekomendasi Gaya dan Pose Foto Lebaran untuk Bapak-Bapak

Untuk membuat foto Lebaran lebih menarik dan tidak terkesan monoton, berikut adalah beberapa saran gaya dan pose yang dapat dicoba oleh para bapak agar tidak hanya bergantung pada pose jempol.

1. Pose Duduk Santai Bersama Keluarga

Daripada selalu berdiri di belakang, para bapak bisa mencoba duduk di tengah atau di samping keluarga dengan pose yang santai. Cobalah menyilangkan kaki, meletakkan tangan di paha, atau sekadar bersandar dengan senyum hangat. Pose ini akan menciptakan kesan yang lebih rileks dan alami dalam foto keluarga.

2. Gaya Berjabat Tangan yang Hangat

Untuk tetap menjaga tradisi Lebaran, para bapak bisa berpose dengan berjabat tangan sambil tersenyum. Lakukan ini dengan anak, istri, atau anggota keluarga lainnya untuk menghadirkan nuansa kehangatan dan kebersamaan yang khas di Hari Raya Idulfitri.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Rekomendasi Gaya dan Pose Foto Lebaran untuk Bapak-Bapak

3. Berinteraksi dengan Anak atau Cucu

Pose yang alami, seperti menggendong anak, mengelus kepala, atau sekadar menggandeng tangan cucu, dapat menghasilkan foto yang lebih emosional dan memiliki makna mendalam. Dengan cara ini, foto akan tampak lebih hidup dan mencerminkan hubungan yang kuat dalam keluarga.

4. Pose “Superman” dengan Tangan di Pinggang

Alih-alih hanya mengacungkan jempol, para bapak dapat mencoba pose yang lebih percaya diri dengan kedua tangan di pinggang, mirip seperti superhero. Pose ini memberikan kesan yang tegas namun tetap santai, sehingga sangat cocok untuk menampilkan sisi berwibawa dalam foto keluarga.

5. Pose Berjalan atau Melangkah

Untuk mendapatkan gaya yang lebih modern, para bapak bisa berpose sambil berjalan perlahan menuju kamera atau ke samping dengan ekspresi yang santai. Gaya ini akan membuat foto terlihat lebih dinamis dan menyerupai pemotretan profesional, tanpa memerlukan usaha yang berlebihan.

3. Rekomendasi Gaya dan Pose Foto Lebaran untuk Bapak-Bapak

6. Tertawa Alami atau Gaya Candid Spontan

Alih-alih selalu berpose dengan cara yang kaku, para bapak dapat mencoba untuk mengambil gaya candid, seperti tertawa lepas atau berbincang-bincang dengan anggota keluarga. Foto yang diambil pada saat momen-momen alami ini biasanya terlihat lebih menarik dan mampu menyampaikan kebahagiaan dengan cara yang lebih autentik.

7. Berpose Menggunakan Properti Lebaran

Dengan memanfaatkan berbagai properti seperti ketupat, peci, atau bahkan kue khas Lebaran, para bapak bisa menambah sentuhan kreatif untuk membuat foto menjadi lebih tematik. Contohnya, bapak bisa berpura-pura menyajikan hidangan atau mengangkat ketupat dengan ekspresi ceria agar hasil foto terlihat lebih unik dan berkesan.

8. Gaya Salam dari Jauh

Sebagai alternatif dari pose jempol yang biasa, para bapak bisa mencoba pose dengan melambaikan tangan atau mengatupkan tangan di dada sebagai salam khas Lebaran. Pose ini tetap bisa mencerminkan kehangatan dan keramahan tanpa terkesan kaku atau monoton.

Dengan beragam variasi pose ini, para bapak dapat tampil lebih menarik dalam foto-foto Lebaran tanpa kehilangan karakter aslinya. Oleh karena itu, tahun ini, tinggalkan pose jempol dan cobalah gaya yang lebih segar!


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

KUBET – Bingung Lebaran Mau Liburan Kemana? Ini 10 Rekomendasi Wisata Pantai Indah di Malang yang Cocok Dikunjungi

Bingung Lebaran Mau Liburan Kemana? Ini 10 Rekomendasi Wisata Pantai Indah di Malang yang Cocok Dikunjungi

Pantai Bolu – Bolu di Tirtoyudho, Kabupaten Malang (IG : @pantaibolubolu )

Kapanlagi.com – Musim liburan Lebaran telah tiba. Apakah Anda sudah menyiapkan rencana untuk berlibur? Jika Anda ingin merasakan keindahan pantai di Jawa Timur, maka Malang adalah pilihan yang sangat tepat. Kota ini memiliki berbagai pantai eksotis dengan daya tarik yang unik, mulai dari pantai yang memiliki pura di tengah laut hingga pantai yang menyuguhkan air laut dengan tiga warna yang berbeda. Berikut adalah 10 pilihan pantai di Malang yang bisa Anda kunjungi saat Lebaran, lengkap dengan daya tarik masing-masing.

Pantai-pantai ini menawarkan banyak aktivitas menarik, seperti menikmati panorama alam, berenang, snorkeling, atau bahkan sekadar bersantai di tepi pantai. Namun, sangat penting untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan aspek keamanan saat berada di pantai. Pastikan Anda juga memeriksa harga tiket masuk dan jam operasional terbaru sebelum berangkat, karena informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Selain keindahan alam yang menawan, beberapa pantai juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk tempat parkir, toilet, dan warung makan. Namun, ada juga pantai yang masih alami dengan fasilitas yang terbatas, sehingga Anda perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum berkunjung. Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai agar keindahannya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

1. Pantai Balekambang: Pura di Tengah Laut

Pantai Balekambang mempesona dengan kehadiran pura megah yang berdiri di tengah laut, mengingatkan kita pada kemegahan Pura Uluwatu di Bali. Keunikan ini menjadi magnet utama bagi para pengunjung. Selain keindahan alamnya, pantai ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai serta beragam aktivitas seru yang dapat dinikmati oleh para pelancong. Bersiaplah untuk keramaian, terutama saat musim liburan Lebaran tiba.

Pantai ini memang menjadi destinasi favorit, terutama ketika musim liburan seperti Lebaran. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk datang lebih awal di pagi hari atau memilih waktu kunjungan yang lebih sepi agar bisa menikmati keindahan pantai dengan lebih leluasa.

Jangan sampai melewatkan momen untuk mengabadikan keindahan dengan berfoto di sekitar pura atau di tepi pantai yang menawan. Setiap sudutnya menawarkan latar belakang yang sempurna untuk kenangan tak terlupakan.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Pantai Sendang Biru: Pasir Putih dan Kuliner Laut

Pantai Sendang Biru dikenal karena keindahan pasir putihnya yang lembut serta kejernihan air lautnya. Pemandangan yang ditawarkan sangat memukau dan ideal untuk bersantai. Di samping itu, pantai ini juga memiliki reputasi yang baik dalam hal kuliner laut yang segar dan menggugah selera.

Terdapat banyak warung makan yang berjejer di sepanjang pantai, menyajikan berbagai pilihan hidangan laut. Anda akan menemukan beragam seafood yang bisa dinikmati dengan harga yang cukup terjangkau.

Jangan lupa untuk mencicipi hidangan khas pantai Sendang Biru yang terkenal dengan cita rasa yang unik. Selain mencicipi kuliner, Anda juga dapat menikmati keindahan pantai dengan berjalan-jalan menyusuri garis pantai atau berenang di air laut yang bersih.

3. Pantai Goa Cina: Eksotis dan Bersejaraha

Pantai Goa Cina menyuguhkan pesona pantai yang eksotis dengan pasir putih bersih dan air laut yang jernih berwarna biru. Nama pantai ini berasal dari sebuah goa yang terletak di tebing karang dekat pantai, yang menambah daya tariknya.

Goa tersebut menyimpan legenda yang menarik, sehingga semakin membuat pantai ini istimewa. Tempat ini sangat tepat bagi Anda yang ingin merasakan keindahan alam yang masih alami dan belum banyak dilalui wisatawan.

Suasana yang tenang dan damai di pantai ini akan membuat Anda merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama. Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi goa di tebing karang dan mendengarkan legenda yang menarik tentang goa tersebut.

4. Pantai Watu Leter: Habitat Penyu

Pantai Watu Leter adalah sebuah tempat yang damai, dikelilingi oleh pasir putih yang bersih dan gelombang laut yang tidak terlalu besar. Di pantai ini, Anda dapat menemukan habitat bagi penyu abu-abu yang terkenal.

Jika beruntung, Anda bisa melihat penyu bertelur di pantai ini. Selain itu, keberadaan hutan bakau dan muara sungai di sekitarnya menawarkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam yang beragam.

Pemandangan yang masih alami dan asri di Pantai Watu Leter akan memberikan pengalaman yang menenangkan dan menyegarkan jiwa. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari dan menikmati keindahan alam yang masih alami dan jauh dari keramaian.

5. Pantai Ngliyep: Spot Foto Instagramable

Pantai Ngliyep dikenal dengan pasir putihnya yang luas dan ombak yang cukup tinggi. Suasana damai dan menawan di tempat ini sangat ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam yang ada di sekitarnya.

Tempat ini juga menyediakan berbagai spot foto yang menarik dan sangat instagramable. Anda dapat berpose dengan latar belakang pantai yang menawan atau ombak yang besar. Jangan lupa untuk mengabadikan momen indah Anda di pantai ini. Pantai Ngliyep adalah pilihan tepat bagi Anda yang gemar berfoto dan ingin mendokumentasikan momen liburan di media sosial.

6. Pantai Tiga Warna: Keunikan Tiga Warna Air Laut

Pantai Tiga Warna menyajikan keindahan yang luar biasa dengan air laut yang memiliki tiga warna yang berbeda. Daya tarik visual ini menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu destinasi paling terkenal di Malang.

Variasi warna air laut di pantai ini disebabkan oleh variasi kedalaman dan tipe dasar laut yang ada. Anda dapat menikmati pesona pantai ini dengan berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, atau hanya bersantai di tepi pantai. Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan mengabadikan momen berharga di pantai ini, dengan berfoto di tepi pantai atau di atas perahu.

7. Pantai Teluk Asmara: Romantis dan Tenang

Teluk Asmara adalah sebuah pantai yang menyajikan pemandangan menakjubkan serta atmosfer yang damai dan romantis. Tempat ini sangat ideal bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan atau keluarga.

Anda dapat merasakan keindahan pantai dengan berjalan-jalan santai di sepanjang garis pantai atau bersantai di tepi laut sambil menikmati panorama laut yang menawan. Atmosfer yang tenang dan damai di sini akan membuat Anda merasa nyaman dan betah berlama-lama. Pantai ini sangat tepat untuk Anda yang ingin merasakan suasana romantis dan damai.

8. Pantai Batu Bengkung: Unik dengan Formasi Batu Karang

Pantai Batu Bengkung dikenal karena formasi karang yang sangat unik dan menarik perhatian. Di antara bebatuan tersebut, terdapat kolam alami yang bisa dimanfaatkan untuk berenang, tetapi pengunjung harus tetap waspada karena ombak di sini cukup besar.

Tempat ini sangat ideal bagi mereka yang menyukai petualangan dan ingin menjelajahi keindahan alam yang ada. Selalu ingat untuk berhati-hati saat berada di sekitar area batuan karang. Dengan semua keindahan yang ditawarkannya, pantai ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang ada di Malang.

9. Pantai Tanjung Penyu Mas: Sunset yang Indah

Pantai Tanjung Penyu Mas adalah destinasi baru yang menawarkan suasana sepi dan tenang. Tempat ini sangat ideal bagi Anda yang ingin merasakan ketenangan sambil menikmati keindahan alam yang masih terjaga.

Dengan pasir putih yang lembut dan air yang jernih berwarna kehijauan, pantai ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Anda dapat bersantai di tepi pantai sambil menyaksikan keindahan sunset yang memukau. Pantai ini sangat pas bagi Anda yang mencari suasana damai dan jauh dari hiruk-pikuk.

10. Pantai Gatra: Raja Ampat-nya Jawa Timur

Pantai Gatra disebut-sebut sebagai “Raja Ampat-nya Jawa Timur” karena banyaknya batuan karang yang indah. Air lautnya tenang dan aman untuk berenang. Anda juga bisa menyewa kano untuk menjelajahi hutan mangrove di sekitar pantai.

Pantai ini cocok untuk Anda yang suka menjelajahi keindahan alam bawah laut. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan snorkeling atau diving agar bisa menikmati keindahan terumbu karang.

Pantai ini menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda dari pantai-pantai lain di Malang.

Nah, itulah 10 rekomendasi pantai di Malang yang bisa Anda kunjungi saat Lebaran. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menikmati liburan Anda.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)